pengetahuan

Korelasi Anak Malas Mengunyah dengan Sempitnya Rahang Ketika Dewasa dan Mengakibatkan Gigi Bertumpuk

Jadi gini, bentuk dan posisi gigi yang sempurna adalah impian semua orang. Namun kasus gigi bertumpuk atau berjejal semakin banyak ditemui pada remaja. Termasuk gigi keponakan-keponakanku sendiri. Tanpa disadari ternyata ada sejumlah perilaku yang dapat menyebabkan gigi tidak teratur.

Berhubung judul postingan ini menyebutkan “malas mengunyah”, maka kita bahas yang ini dulu ya… Gigi yang bertumpuk bisa disebabkan oleh genetika, lingkungan dan kebiasan buruk. Nah malas mengunyah ini masuk ke faktor lingkungan!!

Salah satu faktornya adalah diet/pola makan. Tau sendiri donk, yang ngatur pola makan anak di rumah tuh siapa? Tentu ibunya ya. Contohnya, anak yang keseringan diberi makanan lembut akan menyebabkan anak malas mengunyah. Akibatnya, pertumbuhan rahang anak terganggu sehingga tidak cukup tempat untuk gigi tetapnya tumbuh.

Gigi susu justru bagusnya memang renggang-renggang karena gigi tetap ukurannya dua kali lebih besar dari gigi susu. Kalau gigi susu rapat artinya ruangan untuk tumbuh gigi tetapnya nanti akan berkurang sehingga menyebabkan gigi berjejal. Jadi emak2 yang anaknya pas masih gigi susu rapi dan rapet jangan bangga dulu, kudu waspada!!

Para peneliti dari Johns Hopkins Center for Functional Anatomy and Evolution mengungkapkan, bahwa: Setiap manusia memiliki bentuk rahang yang sama ketika dilahirkan meski memiliki perbedaan genetis. Bentuknya baru mengalami perbedaan dalam proses pertumbuhannya.

Para peneliti tadi membuktikan bahwa tulang rahang bersifat plastis atau bisa berubah bentuk sebagai respons terhadap faktor lingkungan, dalam hal ini diet/pola makan. Latihan mengunyah akan merangsang perkembangan rahang anak sehingga rahang tidak sempit.

Jika anak sering makan daging atau makanan yang keras2 maka anak akan memiliki rahang yang lebih bulat dan berukuran lebih lebar. Sementara anak yang mengunyah makanan yang lunak-lunak rahangnya akan lebih sempit. Tau sendirikan ya, anak sekarang makannya makanan olahan, makan ayam pun disuwir. Sedangkan jaman dulu orang-orang makannya real food.

Gen memang berpengaruh terhadap penampilan fisik kita, namun pertumbuhan tulang rahang dipengaruhi oleh banyak hal. Tekanan mekanis dari ketegangan otot di sekitar rahang saat makan maupun saat melakukan aktivitas sehari-hari memberi bentuk pada tulang wajah secara keseluruhan.

Jadi, Sebaiknya orang tua memberikan makanan yang membuat anak mengunyah di masa pertumbuhan atau grow spurt (bukan yg pas bayi ya). Contohnya ketika kita kasih buah apel, jangan dalam bentuk potongan2 kecil. Biarkan anak menggigitnya dari buah utuh, atau cukup potong empat saja.

Timbul masalah berikutnya, kalau anaknya udah remaja atau usia sekolah, tapi gigi tetapnya terlanjur bertumpuk dan berjejal baiknya diapain?

Dipakein kawat gigi. Kalau masih usia SD/gigi campur, bentuk kawat giginya beda, kayak gini biasanya: Sekilas mirip retainer yg dipake setelah lepas behel dewasa.

Behel yang umum kita ketahui sebenernya bisa dipakai juga sama remaja (usia gigi campur, yang sudah mendekati tumbuh semua permanent nya) atau ketika sudah gigi tetap semua, di usia 12-15 tahunan. Cuma pemakaian ortho sedari dini harap diperhatikan, karena ada faktor gigi bungsu yang belum nongol!

Nah, sepertinya menarik kalau di postingan #BicaraGigi berikutnya kita bahas mengenai gigi bungsu yaa…