random

Menggali Bakat dan Minat Anak Bersama Allianz Explorer Camp

Tahun ini Allianz Indonesia kembali mengadakan Allianz Explorer Camp (dulunya bernama Allianz Junior Football Camp) . Apa sih Allianz Explorer Camp itu?

Allianz Explorer Camp (AEC) merupakan ajang utk mencari bakat baru dan potensial dalam persepakbolaan tanah air. AEC sudah digelar beberapa kali dan tahun ini merupakan tahun ke delapan diselenggarakannya.

Saya ingat ketika duduk di sekolah dasar dulu, di jam-jam istirahat atau jam pulang sekolah, saya bersama sahabat saya pernah beberapa kali mengisi waktu luang dengan bermain bola. Yup, bermain sepakbola. Kami hanya bermain asal dan santai, dan tentunya tidak mengindahkan aturan-aturan dalam olah raga sepakbola, hanya sebagai pengisi waktu luang di antara banyaknya hal lain yang bisa kami lakukan.

Sesuka-suka nya saya dengan sepakbola, gak pernah kepikiran untuk belajar atau menekuni olah raga tersebut dengan serius. Satu karena memang di keluarga saya bukan fanatik bola, satu lagi karena di masa saya kecil dulu itu, sepak bola identik sebagai olah raga laki-laki.

Tetapi ternyata tidak dengan masa sekarang, tahun ini saja Allianz mengirimkan 8 remaja mengikuti Allianz Explorer Camp di Singapura dan Munich, dan dua dari delapan remaja yang beruntung yang terpilih tersebut adalah anak perempuan. Wow!! Mereka terpilih dari 2000 remaja berusia 14-16 tahun yang mendaftar sejak bulan April lalu loh!

Mr Joos Louwerier, Direktur Allianz Indonesia, sangat senang dengan antusias anak muda Indonesia terhadap olah raga sepak bola. Allianz membuat program AEC ini dengan harapan agar generasi muda berani menantang dirinya sendiri untuk bisa mengeksplorasi passion-nya dan juga membangun networking dengan dunia luar.

Football can connected people, cause we can play with friends, with other people, and other culture.

Joos Louwerier, Country Manager and President Director Allianz Indonesia

Bedanya AEC 2019 dengan tahun-tahun sebelumnya adalah adanya kegiatan kegiatan lain di luar sepakbola yang seru dan menyenangkan seperti pengembangan diri, kepemimpinan, dan hal seru lainnya. Bocorannya latihan non-fisik di lapangan adalah kegiatan-kegiatan berbau teknologi, seperti merakit robot. Kenapa merakit robot? Merakit robot secara tidak langsung akan melatih team work anak yang nantinya bisa diterapkan juga di sepak bola.

Itu pulalah yang menjadi alasan Allianz Indonesia memilih sepakbola sebagai salah satu olahraga yang di support karena sepakbola mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, mempersatukan perbedaan, belajar bekerja sama dan merupakan olahraga yang universal, menurut Ibu Karin Zulkarnaen, Chief Marketing Officer Allianz Indonesia.

Oh iya, sampai lupa, step by step untuk mendaftar Allianz Explorer Camp adalah melalui pendaftaran online, setelah lolos akan diadakan tes fisik. Baru setelah itu terpilihlah delapan anak yang akan berangkat ke Singapura dan Munich.

Menurut Laksmiari Saraswati, Psikolog, pada usia remaja sebaiknya rajin membuka diri terhadap bidang dan kesempatan apapun yang jadi minatnya. Sepakbola bisa menjadi jembatan meraih cita-cita karena melatih adaptasi anak remaja terhadap dunia baru, dll. Yup, pelajaran adaptasi di dalam sepakbola memang sangat penting karena ganti posisi, ganti pelatih, ganti club, bisa terjadi kapan aja dan harus siap setiap saat.

Orangtua tentunya juga punya peran penting dalam mengeksplorasi minat dan bakat anak. Dalam mendidik anak, butuh kolaborasi dan tumbuh bersama anak. Jadi, yang belajar tuh gak cuma anaknya saja, tapi orangtuanya juga. Orangtua diharapkan untuk aktif dalam mengajak anak menggali potensi yang ada di dalam dirinya dengan banyak mencoba berbagai macam hal, karena kalau tidak dicoba kita gak akan pernah tahu potensi atau talenta tersembunyi dari dalam diri kita. Yang terpenting tanamkan kepribadian yang positif kepada anak, untuk tetap rendah hati ketika menang dan tidak patah semangat ketika mengalami kekalahan.

Martin Demichelis, FC Bayern Munchen, Allianz Explorer Camp Asia 2019 Ambassador, mengatakan bahwa kemampuan dan bakat hanya mengantar kita ke depan pintu. Untuk bisa masuk kedalamnya diperlukan kepribadian yang kuat. Jadi pemain bola profesional sih sebenernya cuma butuh 2 jam latihan saja, sisanya investasi kan waktumu lebih banyak untuk cari pengetahuan lain seperti, atur makan, kontrol diri jangan merokok dan jangan minum minuman keras. Jangan lupa untuk selalu bergembira saat berlatih ya!

Tempat yang paling baik untuk berlatih sepakbola diusia anak-anak adalah keluarga

Martin Demichalis

Sekali lagi, selamat ya untuk ke delapan adik-adik yang berhasil terpilih untuk mengikuti Allianz Explorer Camp 2019 ke Singapur dan Munich!

Buat kamu yang tertarik untuk mengikuti program dari Allianz ini, tahun depan masih akan diadakan program ini untuk adik-adik yang berumur 14 sampai 16 tahun. Pantengin terus media sosial Allianz ya buat mendapatkan info-infonya.