pengetahuan, Pregnancy Life

Menjaga Kesehatan Gigi yang Aman saat Hamil

Sebagai bumil dan seorang dokter gigi, saya sering ditanya “Gimana ya cara menjaga kesehatan gigi dan mulut yang aman saat hamil?”, “Kapan ya bumil boleh periksa gigi?” dan masih banyak pertanyaan lain seputar pergigian. Nah mumpung banget Parentstory ngajak ngisi kulwap di grup Pregnancy seputar masalah ini, sekalian aja deh di tuangkan di blog ini materi yang saya share di kulwap tersebut yaa. Siapa tau bermanfaat buat bumil-bumil galau diluar sana.

Jadi nih ya, kerusakan gigi dan mulut saat hamil bisa mempengaruhi kesehatan janin lho Mom!

Kesehatan gigi dan mulut menjadi bagian yang harus diperhatikan oleh ibu hamil. Selama kehamilan terjadi perubahan pada rongga mulut terkait dengan perubahan hormonal, perubahan pola makan, perubahan perilaku dan berbagai keluhan seperti ngidam, mual dan muntah. Perubahan tersebut bisa berpengaruh pada kualitas hidup ibu hamil.

Menurut Elverne M Toon, anggota California Society of Pediatric Dentistry, perubahan hormonal dapat meningkatkan resiko pengeroposan pada gigi dan gusi. Contohnya saja muntah berlebihan dan kelebihan air liur di trimester pertama. Bila tidak rajin berkumur dan menyikat gigi maka kuman dan bakteri akan mudah tumbuh sehingga menimbulkan bau mulut dan sariawan di rongga mulut.

Pada 10 tahun terakhir belakangan ini, telah banyak penelitian dan bukti ilmiah yang menunjukan bahwa penyakit gusi juga dapat menjadi faktor resiko terhadap ibu hamil, diantaranya kelahiran bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Disamping itu, dalam penelitian yang ditulis di Journal of Periodontology, bulan februari 2006 menyatakan bahwa perawatan gigi dan mulut sejak dini dapat menurunkan resiko tekanan darah tinggi dalam kehamilan (Pre-eclampsia) sekitar 5-8%.

Pada saat hamil, kadar asam di dalam mulut meningkat biasanya dikarenakan keluhan rasa mual dan muntah. Yang mengakibatkan ibu hamil malas menyikat gigi seperti biasa (2 kali sehari) karena dapat memicu rasa mual. Selain itu, pada ibu hamil juga ditemukan kerusakan gigi oleh karena penurunan derajat keasaman (pH) di dalam mulut selama kehamilan.

Ditambah lagi, ibu hamil gampang mengalami peradangan gusi yang diperparah oleh hormon progesteron dan estrogen sehingga, terjadi pelepasan histamin dan enzim proteolitik yang merespon terjadinya peradangan gusi. Istilah peradangan gusi pada ibu hamil disebut “Ginggivitis Gravidarum”. Tingkat keparahan biasanya terjadi pada awal bulan ke 2 atau 3 dan mencapai puncaknya pada trimester ke 2 dan 3, dan mengalami penurunan pada kehamilan bulan ke 9.

Berdasarkan Medical Resources United Kingdom, dianjurkan pada ibu hamil :

  1. Menyikat gigi dengan benar sebanyak 2 kali sehari minimal 2 menit dalam sekali penyikatan gigi
  2. Menggunakan obat kumur (mouthwash) yang tidak mengandung alkohol
  3. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride
  4. Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi
  5. Makan-makanan bergizi, cukupi asupan karbohidrat, protein, lemak, kalsium, vitamin A dan C, magnesium, besi dan asam folat
  6. Kurangi makanan ringan bergula dan minuman bersoda

Sedangkan kapan sih waktu yang tepat buat Bumil cek kesehatan gigi ke dokter gigi? Jawabannya adalah sebelum hamil dan ketika Trimester ke-2. Kenapa? Trimester ke-2 adalah waktu yang paling tepat karena biasanya di bulan tersebut, bumil sudah lebih segar dibanding TM 1, terutama yang mengalami mual muntah hebat, selain itu janin juga biasanya sudah lebih kuat perlekatannya sehingga relatif lebih aman.

Kalau sudah masuk TM 3 sakit gigi gimana? Kalau urgent banget ya terpaksa ya konsul ke dokter gigi, tapi belum tentu di lakukan tindakan, atau bila dilakukan tindakan, biasanya baru tindakan pertolongan pertama saja yang penting untuk meredakan rasa sakitnya terlebih dahulu. Kenapa? Karena ditakutkan bumil mengalami kontraksi, atau sesak ketika sedang dilakukan tindakan, mengingat posisi duduk di dental unit kurang nyaman ya Moms.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan satu langkah yang tepat terhadap ibu dan calon buah hati. Ayo Moms, jaga kesehatan gigi dan mulutmu!

Sekian sharing dari saya, mengenai cara menjaga kesehatan gigi yang aman saat Hamil. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi Moms semua..

pengetahuan

Korelasi Anak Malas Mengunyah dengan Sempitnya Rahang Ketika Dewasa dan Mengakibatkan Gigi Bertumpuk

Jadi gini, bentuk dan posisi gigi yang sempurna adalah impian semua orang. Namun kasus gigi bertumpuk atau berjejal semakin banyak ditemui pada remaja. Termasuk gigi keponakan-keponakanku sendiri. Tanpa disadari ternyata ada sejumlah perilaku yang dapat menyebabkan gigi tidak teratur.

Berhubung judul postingan ini menyebutkan “malas mengunyah”, maka kita bahas yang ini dulu ya… Gigi yang bertumpuk bisa disebabkan oleh genetika, lingkungan dan kebiasan buruk. Nah malas mengunyah ini masuk ke faktor lingkungan!!

Salah satu faktornya adalah diet/pola makan. Tau sendiri donk, yang ngatur pola makan anak di rumah tuh siapa? Tentu ibunya ya. Contohnya, anak yang keseringan diberi makanan lembut akan menyebabkan anak malas mengunyah. Akibatnya, pertumbuhan rahang anak terganggu sehingga tidak cukup tempat untuk gigi tetapnya tumbuh.

Gigi susu justru bagusnya memang renggang-renggang karena gigi tetap ukurannya dua kali lebih besar dari gigi susu. Kalau gigi susu rapat artinya ruangan untuk tumbuh gigi tetapnya nanti akan berkurang sehingga menyebabkan gigi berjejal. Jadi emak2 yang anaknya pas masih gigi susu rapi dan rapet jangan bangga dulu, kudu waspada!!

Para peneliti dari Johns Hopkins Center for Functional Anatomy and Evolution mengungkapkan, bahwa: Setiap manusia memiliki bentuk rahang yang sama ketika dilahirkan meski memiliki perbedaan genetis. Bentuknya baru mengalami perbedaan dalam proses pertumbuhannya.

Para peneliti tadi membuktikan bahwa tulang rahang bersifat plastis atau bisa berubah bentuk sebagai respons terhadap faktor lingkungan, dalam hal ini diet/pola makan. Latihan mengunyah akan merangsang perkembangan rahang anak sehingga rahang tidak sempit.

Jika anak sering makan daging atau makanan yang keras2 maka anak akan memiliki rahang yang lebih bulat dan berukuran lebih lebar. Sementara anak yang mengunyah makanan yang lunak-lunak rahangnya akan lebih sempit. Tau sendirikan ya, anak sekarang makannya makanan olahan, makan ayam pun disuwir. Sedangkan jaman dulu orang-orang makannya real food.

Gen memang berpengaruh terhadap penampilan fisik kita, namun pertumbuhan tulang rahang dipengaruhi oleh banyak hal. Tekanan mekanis dari ketegangan otot di sekitar rahang saat makan maupun saat melakukan aktivitas sehari-hari memberi bentuk pada tulang wajah secara keseluruhan.

Jadi, Sebaiknya orang tua memberikan makanan yang membuat anak mengunyah di masa pertumbuhan atau grow spurt (bukan yg pas bayi ya). Contohnya ketika kita kasih buah apel, jangan dalam bentuk potongan2 kecil. Biarkan anak menggigitnya dari buah utuh, atau cukup potong empat saja.

Timbul masalah berikutnya, kalau anaknya udah remaja atau usia sekolah, tapi gigi tetapnya terlanjur bertumpuk dan berjejal baiknya diapain?

Dipakein kawat gigi. Kalau masih usia SD/gigi campur, bentuk kawat giginya beda, kayak gini biasanya: Sekilas mirip retainer yg dipake setelah lepas behel dewasa.

Behel yang umum kita ketahui sebenernya bisa dipakai juga sama remaja (usia gigi campur, yang sudah mendekati tumbuh semua permanent nya) atau ketika sudah gigi tetap semua, di usia 12-15 tahunan. Cuma pemakaian ortho sedari dini harap diperhatikan, karena ada faktor gigi bungsu yang belum nongol!

Nah, sepertinya menarik kalau di postingan #BicaraGigi berikutnya kita bahas mengenai gigi bungsu yaa…

pengetahuan

Apa sih Plak ituh?? -biasa disebut jigong-

streptococcus_mutans-150x150 Streptococcus mutans, bakteri utama dalam plak

Plak atau yang biasa kita sebut jigong adalah lapisan tipis film yang terdiri dari bakteri dan mukus yang berkembang di dalam mulut. Plak tersebut menempel di gigi sebagai lapisan. Beberapa dari bakteri yang ada di dalam plak menghasilkan asam yang dapat menimbulkan lubang pada gigi. Macam bakteri yang lain, ada yang menghasilkan toksin yang dapat menyebabkan gusi meradang.

Cara paling gampang untuk membersihkan plak adalah menyikat gigi dan membersihkannya dengan benang gigi. Bila plak tersebut sudah mengeras dan melekat erat pada gigi, disebut tartar atau kalkulus. Kalau tartar biasanya berwarna coklat kehitaman dan tipis. Tartar biasanya disebabkan karena rokok, teh dan kopi. Sedangkan kalkulus (karang gigi) berwarna putih kehitaman dan tebal.

Baik tartar maupun kalkulus tidak dapat dibersihkan sendiri dirumah. Menghilangkannya dengan datang ke dokter gigi dan melakukan ‘scalling’.  Oleh karena itu rajin-rajinlah menggosok gigi sebelum, plak terlanjur erubah menjadi tatar ataupun kalkulus.

Hayo, pada rajin menyikat gigi 2 kali sehari, dan cek ke dokter gigi 6 bulan sekali gak?

pengetahuan

Gigi Bungsu aliyas Wisdom Teeth…

Hey, lagi pengen posting sesuatu tentang gigi nih, kali ini topiknya apa yah?

Ah, gigi bungsu aja deh, itu loh gigi geraham kita yang paling belakang. Yang tumbuh paling akhir, suka bikin kepala pusing saat dia mau tumbuh.

Okeh, back to topic…

Wisdom Teeth atau gigi bungsu tumbuh ketika semua gigi sudah ada dalam mulut. Gigi bungsu biasanya mulai tumbuh ketika seseorang sudah dewasa, sekitar 17 tahun.

Mengapa gigi bungsu harus diambil? Pertanyaan ini lah yang masih suka dipertanyakan oleh sebagian orang ketika dokter giginya mengatakan bahwa si gigi bungsu miliknya harus di cabut.Dikarenakan rahang kita lebih kecil dibandingkan dengan rahang nenek moyang kita dulu, jadinya sekarang gigi bungsu tidak punya cukup tempat untuk tumbuh dengan baik dalam mulut sehingga gigi bungsu akan terbenam dan bisamenyebabkan gigi kita berjejal (tidak rapih).

Selain itu gigi bungsu juga dapat menyebabkan penyakit gusi atau kerusakan pada gigi lainnya disebabkan oleh timbulnya kesulitan pada saat membersihkan gigi. Karena letaknya yang jauh di belakang, seringkali sikat gigi tidak dapat menjangkau daerah tersebut.

Gigi bungsu yang tidak tumbuh secara sempurna dapat juga menyebabkan kista yang bisa merusak tulang rahang sekitar gigi bungsu tersebut, termasuk tulang gigi geraham di depannya.

Akhir-akhir ini makin jarang gigi bungsu dapat tumbuh normal dengan baik, dan sehat. Dikarenakan proses evolusi yang secara sadar maupun tidak sadar sedang terjadi terhadap kita semua. Bila gigi bungsu tersebut diambil, maka mulut akan menjadi lebih sehat dan gigi yang lain akan tetap pada posisi yang baik.

Nah sekarang, bagaimana cara membuang gigi bungsu tersebut?

Pertama diperiksa riwayat kesehatan dan keadaan gigi Anda, kemudian dilakukan pemeriksaan gigi dan foto panoramik.

Lalu bila semua telah dilakukan dan ternyata gigi tersebut harus di buang, tindakan pencabutan akan dilakukan melalui operasi kecil oleh dokter bedah mulut.

Jadi, masih pada punya gigi bungsu atau sudah pada di cabut?