pengetahuan, Pregnancy Life

Menjaga Kesehatan Gigi yang Aman saat Hamil

Sebagai bumil dan seorang dokter gigi, saya sering ditanya “Gimana ya cara menjaga kesehatan gigi dan mulut yang aman saat hamil?”, “Kapan ya bumil boleh periksa gigi?” dan masih banyak pertanyaan lain seputar pergigian. Nah mumpung banget Parentstory ngajak ngisi kulwap di grup Pregnancy seputar masalah ini, sekalian aja deh di tuangkan di blog ini materi yang saya share di kulwap tersebut yaa. Siapa tau bermanfaat buat bumil-bumil galau diluar sana.

Jadi nih ya, kerusakan gigi dan mulut saat hamil bisa mempengaruhi kesehatan janin lho Mom!

Kesehatan gigi dan mulut menjadi bagian yang harus diperhatikan oleh ibu hamil. Selama kehamilan terjadi perubahan pada rongga mulut terkait dengan perubahan hormonal, perubahan pola makan, perubahan perilaku dan berbagai keluhan seperti ngidam, mual dan muntah. Perubahan tersebut bisa berpengaruh pada kualitas hidup ibu hamil.

Menurut Elverne M Toon, anggota California Society of Pediatric Dentistry, perubahan hormonal dapat meningkatkan resiko pengeroposan pada gigi dan gusi. Contohnya saja muntah berlebihan dan kelebihan air liur di trimester pertama. Bila tidak rajin berkumur dan menyikat gigi maka kuman dan bakteri akan mudah tumbuh sehingga menimbulkan bau mulut dan sariawan di rongga mulut.

Pada 10 tahun terakhir belakangan ini, telah banyak penelitian dan bukti ilmiah yang menunjukan bahwa penyakit gusi juga dapat menjadi faktor resiko terhadap ibu hamil, diantaranya kelahiran bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Disamping itu, dalam penelitian yang ditulis di Journal of Periodontology, bulan februari 2006 menyatakan bahwa perawatan gigi dan mulut sejak dini dapat menurunkan resiko tekanan darah tinggi dalam kehamilan (Pre-eclampsia) sekitar 5-8%.

Pada saat hamil, kadar asam di dalam mulut meningkat biasanya dikarenakan keluhan rasa mual dan muntah. Yang mengakibatkan ibu hamil malas menyikat gigi seperti biasa (2 kali sehari) karena dapat memicu rasa mual. Selain itu, pada ibu hamil juga ditemukan kerusakan gigi oleh karena penurunan derajat keasaman (pH) di dalam mulut selama kehamilan.

Ditambah lagi, ibu hamil gampang mengalami peradangan gusi yang diperparah oleh hormon progesteron dan estrogen sehingga, terjadi pelepasan histamin dan enzim proteolitik yang merespon terjadinya peradangan gusi. Istilah peradangan gusi pada ibu hamil disebut “Ginggivitis Gravidarum”. Tingkat keparahan biasanya terjadi pada awal bulan ke 2 atau 3 dan mencapai puncaknya pada trimester ke 2 dan 3, dan mengalami penurunan pada kehamilan bulan ke 9.

Berdasarkan Medical Resources United Kingdom, dianjurkan pada ibu hamil :

  1. Menyikat gigi dengan benar sebanyak 2 kali sehari minimal 2 menit dalam sekali penyikatan gigi
  2. Menggunakan obat kumur (mouthwash) yang tidak mengandung alkohol
  3. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride
  4. Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi
  5. Makan-makanan bergizi, cukupi asupan karbohidrat, protein, lemak, kalsium, vitamin A dan C, magnesium, besi dan asam folat
  6. Kurangi makanan ringan bergula dan minuman bersoda

Sedangkan kapan sih waktu yang tepat buat Bumil cek kesehatan gigi ke dokter gigi? Jawabannya adalah sebelum hamil dan ketika Trimester ke-2. Kenapa? Trimester ke-2 adalah waktu yang paling tepat karena biasanya di bulan tersebut, bumil sudah lebih segar dibanding TM 1, terutama yang mengalami mual muntah hebat, selain itu janin juga biasanya sudah lebih kuat perlekatannya sehingga relatif lebih aman.

Kalau sudah masuk TM 3 sakit gigi gimana? Kalau urgent banget ya terpaksa ya konsul ke dokter gigi, tapi belum tentu di lakukan tindakan, atau bila dilakukan tindakan, biasanya baru tindakan pertolongan pertama saja yang penting untuk meredakan rasa sakitnya terlebih dahulu. Kenapa? Karena ditakutkan bumil mengalami kontraksi, atau sesak ketika sedang dilakukan tindakan, mengingat posisi duduk di dental unit kurang nyaman ya Moms.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan satu langkah yang tepat terhadap ibu dan calon buah hati. Ayo Moms, jaga kesehatan gigi dan mulutmu!

Sekian sharing dari saya, mengenai cara menjaga kesehatan gigi yang aman saat Hamil. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi Moms semua..

pemeliharaan

Tips Menjaga dan Membersihkan Gigi dan Gusi Bayi

Kalo dokter gigi punya anak, kira-kira gimana caranya jaga kesehatan gigi anaknya ya? Apakah ada beban moral tersendiri bagi seorang dokter gigi terhadap kesehatan gigi anak-anak nya, biar gak dijulidin netizen, “kok anak dokter gigi, giginya item2, gripis, ilang sebelum waktunya, dll.”

Sebelum saya berbagi cerita pengalaman pribadi, karena anak saya belum lahir dan masih di perut. Mau ceritain aja dulu, bahwa dokter gigi juga manusia, dan gak semua anak dokter gigi, giginya bagus (tapi biasanya ada effort dari emak bapak nya buat memperbaiki kalau misalnya terlanjur gak bagus).

Halah, sisa nasehatin belum tentu bisa ngelakuin sendiri tau dok!

Makanya saya sebisa mungkin selalu melakukan apa yg diomongin ke pasien pas di ruang praktek, seperti: Sikat gigi sebelum bobo, jangan langsung sikat gigi setelah makan, gunakan pasta gigi berfluoride, dll.

Sebagai calon ibu baru, saya balik baca-baca lagi dong materi tentang kesehatan gigi anak. Kalau kata dok @_adianti buat jaga kesehatan gigi anak, salah satunya dengan ngebiasain anak kenal dengan sikat gigi dan pasta giginya. Betul sekali pastinya ya bu-ibu.. Karena ibaratnya tak kenal maka tak sayang, gimana anak mau disuruh sikatan kalau gak familiar sama peralatannya kan??

Masalahnya tu anak gak langsung bergigi begitu brojol dari kandungan kan. Jadi anak sama ibuknya sama-sama berproses dan belajar. Nah, sekarang saya mau share nih buk-ibuk, sesuai judul tulisan ini, Tips menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan gusi anak/balita.

Tapi baby 0-6 bulan kan belum ada giginya? Apa yang mau di jaga?

Harap diingat bahwa, penting untuk merawat kesehatan gigi dan mulut anak kita sejak lahir. Dengan cara mempraktekkan kebiasaan-kebiasaan sehat yang dapat mencegah atau mengurangi kerusakan gigi (gigi berlubang) pada bayi dan anak-anak.

Tips 1: Jangan pernah lupa membersihkan gusi bayi anda!

Gimana caranya?
1. Gendok bayi anda dengan satu tangan
2. Lilitkan handuk/waslap basah (basahi dengan air mineral hangat) di sekitar jari telunjuk tangan Anda yang bergerak bebas
3. Pijat jaringan gusi dengan lembut

Tips 2: Jangan meletakan bayi anda tidur sambil menyusu ASI maupun botol susu.

Tapi kan anak saya masih Asi dok?
Asi memang bagus, tapi tetap saja susu, ada “isinya” berbeda dengan air bening/air mineral. Kandungan dalam asi ada residunya yang kalau menggenang dalam mulut bayi kita, akan sama seperti makanan minuman berasa lainnya bisa merusak gigi.

Menurut penelitian Karen Glazer Peres, dkk terhadap 1.129 anak di Brazil, disebutkan bahwa ASI memiliki kadar gula lebih tinggi dibanding susu formula yang tanpa gula. Namun bukan berarti ASI tidak bagus ya Bu-ibuk, hanya saja perlu dibatasi konsumsinya hanya sampai anak usia 2 tahun dan wajib membersihkan gigi/gusi nya setelah menyusu atau sebelum tidur.

Tips 3: Berikan teether yang bersih atau handuk basah yang dingin ketika bayi mulai tumbuh gigi antara usia 4-6 bulan!

Kenapa?
Ketika bayi mulai tumbuh gigi, gusinya merah dan bengkak serta aliran air liurnya meningkat. Pemberian teether yang bersih atau dingin (bisa dengan memasukannya ke dalam kulkas/freezer sebentar) akan sangat meredakan dan menyejukan bagi bayi.

Tips 4: Hindari menguji suhu botol dengan mulut anda, atau dengan berbagi peralatan makan.

Jadi, kalau ada yang ngaku-ngaku gigi anaknya jelek karena gigi mama/papanya jelek, bisa di cek lagi kebiasaan di rumah. Jangan-jangan tiap mau nyuapin anak makanan/minuman di tiup-tiup atau di kulum dulu. Yang ada anak akan ketularan bakteri penyebab gigi berlubang dari mama/papa/kakak/pengasuhnya.

Kenapa? Karena karies gigi adalah penyakit menular. Ditularkan dari air liur ortu/pengasuh ketika membersihkan dot, puting botol dengan memasukkannya ke dalam mulut anda akan membantu menularkan bakteri penyebab gigi berlubang dari ortu/pengasuh ke anak. Serem ya Buk-ibuk.

Tips 5: Jika gigi sudah mulai tumbuh, selain memijat gusi, mulailah menggunakan sikat gigi khusus anak sesuai usianya yang berbulu lembut, disertai pasta gigi khusus anak.

Antara usia 6 hingga 8 bulan, bayi akan tumbuh gigi pertamanya. Penting bagi kita para ortu untuk merawat giginya sejak awal. Mempraktekkan dan mencontohkan kebiasaan sehat dapat mencegah atau mengurangi kerusakan gigi (gigi berlubang) pada bayi dan anak-anak.

Tips 6: Saat bayi anda mulai makan lebih banyak makanan padat, mulailah menawarkan cangkir untuk minum air atau jus.

Pada usia 12-14 bulan kebanyakan anak dapat minum dari cangkir. Hal ini juga dimaksudkan agar kebiasaan ngedot sambil bobonya juga berkurang ya.

Tips 7: Batasi frekuensi dan jumlah minuman dan makanan manis yang diberikan!

Juga jangan biarkan bayi anda berjalan-jalan sambil minum di botolnya. Setelah usia 6 bulan, susu/ASI bukan merupakan makanan utama lagi ya, jadi mulai batasi asupan makanan dan minuman manis ya buat si baby. Biasakan makan minum di waktunya.

Tips 8: Periksa gusi dan gigi anak anda untuk memeriksa bintik-bintik putih/coklat yang mencurigakan di giginya.

Tips ini adalah tips favorit saya. Gunanya agar kita sebagai ibu, aware sama kondisi gigi dan mulut anaknya. Jadi kalau ada perubahan sedikitpun, ibunya ngeh gitu. Hal ini bisa diterapkan ke diri sendiri dan ke pasangan juga loh…

Gimana caranya: Angkat bibir anak anda dan berhatikan kondisi rongga mulut serta giginya. Jika terlihat bintik-bintik putih/coklat yang mungkin mengindikasikan adanya kerusakan gigi, segera buat janji dengan dokter gigi.

Tips 9: Ajak periksa ke dokter gigi sebelum ulang tahun pertamanya, atau dalam waktu 6 bulan setelah gigi pertamanya tumbuh!

Tips yang satu ini kadang sering dihindari oleh para ortu. Dengan alasan, kan giginya baik2 aja, kenapa kudu cek ke dokter gigi?? Padahal maksud ngecek itu ya buat ngecek, bukan buat mengobati kalau ada yang sakit, karena kalau datengnya pas sudah sakit, artinya itu sudah terlambat.

Kunjungan tersebut sekalian kenalan sama dokter gigi, jadi anak gak trauma. Kalau di bawa ke dokgi pas udah sakit gigi, anak akan trauma.

Tips 10: Bicarakan dengan dokter gigi tentang suplemen fluoride untuk bayi/balita.

Air minum kita di Indonesia kan belum tentu sudah berfluoride ya, salah satu tujuan ke dokter gigi sejak dini adalah untuk melihat kondisi gigi bayi kita. Jangan-jangan sudah ada lubang kecil. Jangan-jangan sudah ada yang keropos. Nah, pemberian topical fluor pada anak yang baru tumbuh gigi bisa bantu mencegah timbulnya lubang pada gigi anak.

Tips 11: Tetap lanjutkan kebiasaan menyikat gigi anak anda 2 kali sehari dan berkumur dengan air mineral/air bening dan cek rutin gigi serta gusi anak.

Kalau si anak sudah mulai dikenalkan sama sikat gigi sejak gigi pertamanya nongol, lanjutkan terus ya kebiasan baik tersebut. Seperti mama papanya, anak juga sikat gigi 2 x sehari ya. Terutama sebelum bobo dimalam hari. Ortunya bisa ikut sikat gigi bareng sama anaknya untuk memberi contoh baik.

Nah di usianya yang semakin bertambah, gigi anak anda sudah tumbuh semakin banyak. Jadi sikat gigipun nya harus semakin teliti ya. Anak Anda bisa ikut dilibatkan memilih mana yang dia suka dengan cara di bawa pas beli sikat giginya.

Ingat habis sikat gigi malam, no ngedot/ASI lagi yaaa Buk-ibuk.. Lalu walau ortu sudah rajin nyikatin gigi anak, bukan berarti anak kalian akan bebas karies/gigi berlubang. Terutama bagi yang mimik susunya masih lancar banget pas malem hari, sama yang kalau makan hobi di emut!

Jadinya sarannya, kalau belum pernah bawa anak nya ke dokter gigi, coba deh di bawa.. Karena gigi susu itu kudu bertahan minimal 6 tahun di dalam mulut. Kalau baru 2 tahun saja giginya sudah gripis, bakal mengganggu kualitas hidup si anak kedepannya! Padahal itu masa-masa golden age anak loh..

Tips 12: Pada usia 3 tahun balita harus berhenti menggunakan dot, empeng dan atau kebiasaan menghisap jari!

Pada umur 2,5 tahun (30 bulan) umumnya semua gigi susu anak udah tumbuh semua. Jadi kebiasan-kebiasaan buruk yang dapat berpengaruh pada kesehatan gigi anak harus ditinggalkan. Bila di atas usia 3 tahun anak anda masih menghisap jarinya atau ngedot, bicarakan dengan dokter gigi anda.

Tips 13: Mulai ajari anak anda cara menyikat giginya!

Memperhatikan kesehatan gigi dan anak adalah kewajiban orang tua. Karena anak berhak mendapatkan kesehatan gigi dan mulut yang maksimal! Selain ortunya effort nyikatin gigi anak, ajari anak buat nyikat gigi sendiri (walau gak yakin bersih memang). Agar anak bisa enjoy dan senang dengan kegiatan tersebut. Jadi sampai anak bisa naliin sepatu sendiri (koordinasi tangannya udah lebih sempurna), jangan harap anak bisa sikat gigi sendiri dan bersih. Jadi habis sikatan, ortu tetap harus kontrol ngeliatin sudah bersih belum? Kalau ortu rasa kurang bersih, harus lanjut nyikatin ulang setelah si anak sikatan.

Jangan lupa gunakan pasta gigi ber-fluoride dengan takaran sesuai usia anak. Pada anak dengan usia di bawah 3 tahun, gunakan pasta gigi sebesar beras. Untuk anak usia 3-6 tahun, gunakan pasta gigi sebesar kacang polong. Jangan lupa ajarkan anak untuk berkumur ya.

Sebagai ortu/calon ortu, kita pasti pengen gigi anak kita bagus/lebih bagus dari gigi ortunya kan ya. Apalagi, sakit gigi pada anak, punya akibat-akibat yang kesannya sepele, padahal ngaruh banget buat hidupnya kedepan nanti. Jadi mari kita jaga kesehatan gigi dan mulut anak2 kita ya.

pengetahuan

Korelasi Anak Malas Mengunyah dengan Sempitnya Rahang Ketika Dewasa dan Mengakibatkan Gigi Bertumpuk

Jadi gini, bentuk dan posisi gigi yang sempurna adalah impian semua orang. Namun kasus gigi bertumpuk atau berjejal semakin banyak ditemui pada remaja. Termasuk gigi keponakan-keponakanku sendiri. Tanpa disadari ternyata ada sejumlah perilaku yang dapat menyebabkan gigi tidak teratur.

Berhubung judul postingan ini menyebutkan “malas mengunyah”, maka kita bahas yang ini dulu ya… Gigi yang bertumpuk bisa disebabkan oleh genetika, lingkungan dan kebiasan buruk. Nah malas mengunyah ini masuk ke faktor lingkungan!!

Salah satu faktornya adalah diet/pola makan. Tau sendiri donk, yang ngatur pola makan anak di rumah tuh siapa? Tentu ibunya ya. Contohnya, anak yang keseringan diberi makanan lembut akan menyebabkan anak malas mengunyah. Akibatnya, pertumbuhan rahang anak terganggu sehingga tidak cukup tempat untuk gigi tetapnya tumbuh.

Gigi susu justru bagusnya memang renggang-renggang karena gigi tetap ukurannya dua kali lebih besar dari gigi susu. Kalau gigi susu rapat artinya ruangan untuk tumbuh gigi tetapnya nanti akan berkurang sehingga menyebabkan gigi berjejal. Jadi emak2 yang anaknya pas masih gigi susu rapi dan rapet jangan bangga dulu, kudu waspada!!

Para peneliti dari Johns Hopkins Center for Functional Anatomy and Evolution mengungkapkan, bahwa: Setiap manusia memiliki bentuk rahang yang sama ketika dilahirkan meski memiliki perbedaan genetis. Bentuknya baru mengalami perbedaan dalam proses pertumbuhannya.

Para peneliti tadi membuktikan bahwa tulang rahang bersifat plastis atau bisa berubah bentuk sebagai respons terhadap faktor lingkungan, dalam hal ini diet/pola makan. Latihan mengunyah akan merangsang perkembangan rahang anak sehingga rahang tidak sempit.

Jika anak sering makan daging atau makanan yang keras2 maka anak akan memiliki rahang yang lebih bulat dan berukuran lebih lebar. Sementara anak yang mengunyah makanan yang lunak-lunak rahangnya akan lebih sempit. Tau sendirikan ya, anak sekarang makannya makanan olahan, makan ayam pun disuwir. Sedangkan jaman dulu orang-orang makannya real food.

Gen memang berpengaruh terhadap penampilan fisik kita, namun pertumbuhan tulang rahang dipengaruhi oleh banyak hal. Tekanan mekanis dari ketegangan otot di sekitar rahang saat makan maupun saat melakukan aktivitas sehari-hari memberi bentuk pada tulang wajah secara keseluruhan.

Jadi, Sebaiknya orang tua memberikan makanan yang membuat anak mengunyah di masa pertumbuhan atau grow spurt (bukan yg pas bayi ya). Contohnya ketika kita kasih buah apel, jangan dalam bentuk potongan2 kecil. Biarkan anak menggigitnya dari buah utuh, atau cukup potong empat saja.

Timbul masalah berikutnya, kalau anaknya udah remaja atau usia sekolah, tapi gigi tetapnya terlanjur bertumpuk dan berjejal baiknya diapain?

Dipakein kawat gigi. Kalau masih usia SD/gigi campur, bentuk kawat giginya beda, kayak gini biasanya: Sekilas mirip retainer yg dipake setelah lepas behel dewasa.

Behel yang umum kita ketahui sebenernya bisa dipakai juga sama remaja (usia gigi campur, yang sudah mendekati tumbuh semua permanent nya) atau ketika sudah gigi tetap semua, di usia 12-15 tahunan. Cuma pemakaian ortho sedari dini harap diperhatikan, karena ada faktor gigi bungsu yang belum nongol!

Nah, sepertinya menarik kalau di postingan #BicaraGigi berikutnya kita bahas mengenai gigi bungsu yaa…

pengetahuan

Apa sih Plak ituh?? -biasa disebut jigong-

streptococcus_mutans-150x150 Streptococcus mutans, bakteri utama dalam plak

Plak atau yang biasa kita sebut jigong adalah lapisan tipis film yang terdiri dari bakteri dan mukus yang berkembang di dalam mulut. Plak tersebut menempel di gigi sebagai lapisan. Beberapa dari bakteri yang ada di dalam plak menghasilkan asam yang dapat menimbulkan lubang pada gigi. Macam bakteri yang lain, ada yang menghasilkan toksin yang dapat menyebabkan gusi meradang.

Cara paling gampang untuk membersihkan plak adalah menyikat gigi dan membersihkannya dengan benang gigi. Bila plak tersebut sudah mengeras dan melekat erat pada gigi, disebut tartar atau kalkulus. Kalau tartar biasanya berwarna coklat kehitaman dan tipis. Tartar biasanya disebabkan karena rokok, teh dan kopi. Sedangkan kalkulus (karang gigi) berwarna putih kehitaman dan tebal.

Baik tartar maupun kalkulus tidak dapat dibersihkan sendiri dirumah. Menghilangkannya dengan datang ke dokter gigi dan melakukan ‘scalling’.  Oleh karena itu rajin-rajinlah menggosok gigi sebelum, plak terlanjur erubah menjadi tatar ataupun kalkulus.

Hayo, pada rajin menyikat gigi 2 kali sehari, dan cek ke dokter gigi 6 bulan sekali gak?

pemeliharaan

Semua gigi itu PENTING!

sikatgigiKadang banyak orang tua yang malas menggosok gigi anak mereka dan tidak terlalu peduli bila gigi sang anak tersebut bolong-bolong atau rusak, karena mereka pikir, “toh gigi itu akan tanggal juga nantinya”.

Gigi sulung atau gigi susu adalah sangat penting gunanya untuk membantu anak dapat belajar berbicara dengan normal dan jernih, dan untuk dapat mengunyah makanan secara benar.  selain itu anak yang giginya bolong, akan males makan, ndak mau senyum lagi karena malu, dan juga mengganggu perkembangannya dalam menyerap ilmu ketika belajar. Karies/gigi berlubang itu adalah infeksi yang tidak dapat sembuh sendiri tanpa perawatan. Bila gigi yang berlubang tersebut tidak dirawat, dan gigi sudah berlubang sangat parah anak akan menderita infeksi tingkat tinggi yang nantinya bisa menyebabkan diperlukannya tindakan emergensi, dan juga dapat menyebabkan calon gigi permanen nya terkena kerusakan. Selain itu lubang pada gigi anak dapat menyebabkan timbulnya rasa sakit pada si anak dan dia tidak dapat mengeluh secara tepat kepada orang tuanya, sehingga anak mudah cranky.

Gigi susu tersebut juga berperan penting untuk menjaga ruangan tempat tumbuh gigi permanen kelak agar tumbuhnya bagus dan rapi. Bila gigi susu tanggal terlalu cepat, gigi permanennya akan tumbuh secara tidak beraturan. Lalu kalau lubang pada gigi susu si anak tidak ditanganin dengan baik, dapat berpengaruh ke pertumbuhan gigi tetap nya kelak, seperti mudahnya gigi tetap terkena karies (gigi berlubang) atau bahkan gigi tetap yang tumbuh dengan tidak sempurna atau rapuh.

Jadi, sesibuk apapun anda, jangan lupa untuk menyikat gigi si kecil terutama sebelum tidur. Bila gigi nya belum tumbuh, gusi si kecil pun dapat di bersihkan dengan kapas yang dibasahi dengan air hangat.

Salam sehat, semoga gigi anak-anak kita nantinya bisa lebih baik dari gigi kita hari ini ya.

pengetahuan

Gigi Bungsu aliyas Wisdom Teeth…

Hey, lagi pengen posting sesuatu tentang gigi nih, kali ini topiknya apa yah?

Ah, gigi bungsu aja deh, itu loh gigi geraham kita yang paling belakang. Yang tumbuh paling akhir, suka bikin kepala pusing saat dia mau tumbuh.

Okeh, back to topic…

Wisdom Teeth atau gigi bungsu tumbuh ketika semua gigi sudah ada dalam mulut. Gigi bungsu biasanya mulai tumbuh ketika seseorang sudah dewasa, sekitar 17 tahun.

Mengapa gigi bungsu harus diambil? Pertanyaan ini lah yang masih suka dipertanyakan oleh sebagian orang ketika dokter giginya mengatakan bahwa si gigi bungsu miliknya harus di cabut.Dikarenakan rahang kita lebih kecil dibandingkan dengan rahang nenek moyang kita dulu, jadinya sekarang gigi bungsu tidak punya cukup tempat untuk tumbuh dengan baik dalam mulut sehingga gigi bungsu akan terbenam dan bisamenyebabkan gigi kita berjejal (tidak rapih).

Selain itu gigi bungsu juga dapat menyebabkan penyakit gusi atau kerusakan pada gigi lainnya disebabkan oleh timbulnya kesulitan pada saat membersihkan gigi. Karena letaknya yang jauh di belakang, seringkali sikat gigi tidak dapat menjangkau daerah tersebut.

Gigi bungsu yang tidak tumbuh secara sempurna dapat juga menyebabkan kista yang bisa merusak tulang rahang sekitar gigi bungsu tersebut, termasuk tulang gigi geraham di depannya.

Akhir-akhir ini makin jarang gigi bungsu dapat tumbuh normal dengan baik, dan sehat. Dikarenakan proses evolusi yang secara sadar maupun tidak sadar sedang terjadi terhadap kita semua. Bila gigi bungsu tersebut diambil, maka mulut akan menjadi lebih sehat dan gigi yang lain akan tetap pada posisi yang baik.

Nah sekarang, bagaimana cara membuang gigi bungsu tersebut?

Pertama diperiksa riwayat kesehatan dan keadaan gigi Anda, kemudian dilakukan pemeriksaan gigi dan foto panoramik.

Lalu bila semua telah dilakukan dan ternyata gigi tersebut harus di buang, tindakan pencabutan akan dilakukan melalui operasi kecil oleh dokter bedah mulut.

Jadi, masih pada punya gigi bungsu atau sudah pada di cabut?