pemeliharaan

Tips Menjaga dan Membersihkan Gigi dan Gusi Bayi

Kalo dokter gigi punya anak, kira-kira gimana caranya jaga kesehatan gigi anaknya ya? Apakah ada beban moral tersendiri bagi seorang dokter gigi terhadap kesehatan gigi anak-anak nya, biar gak dijulidin netizen, “kok anak dokter gigi, giginya item2, gripis, ilang sebelum waktunya, dll.”

Sebelum saya berbagi cerita pengalaman pribadi, karena anak saya belum lahir dan masih di perut. Mau ceritain aja dulu, bahwa dokter gigi juga manusia, dan gak semua anak dokter gigi, giginya bagus (tapi biasanya ada effort dari emak bapak nya buat memperbaiki kalau misalnya terlanjur gak bagus).

Halah, sisa nasehatin belum tentu bisa ngelakuin sendiri tau dok!

Makanya saya sebisa mungkin selalu melakukan apa yg diomongin ke pasien pas di ruang praktek, seperti: Sikat gigi sebelum bobo, jangan langsung sikat gigi setelah makan, gunakan pasta gigi berfluoride, dll.

Sebagai calon ibu baru, saya balik baca-baca lagi dong materi tentang kesehatan gigi anak. Kalau kata dok @_adianti buat jaga kesehatan gigi anak, salah satunya dengan ngebiasain anak kenal dengan sikat gigi dan pasta giginya. Betul sekali pastinya ya bu-ibu.. Karena ibaratnya tak kenal maka tak sayang, gimana anak mau disuruh sikatan kalau gak familiar sama peralatannya kan??

Masalahnya tu anak gak langsung bergigi begitu brojol dari kandungan kan. Jadi anak sama ibuknya sama-sama berproses dan belajar. Nah, sekarang saya mau share nih buk-ibuk, sesuai judul tulisan ini, Tips menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan gusi anak/balita.

Tapi baby 0-6 bulan kan belum ada giginya? Apa yang mau di jaga?

Harap diingat bahwa, penting untuk merawat kesehatan gigi dan mulut anak kita sejak lahir. Dengan cara mempraktekkan kebiasaan-kebiasaan sehat yang dapat mencegah atau mengurangi kerusakan gigi (gigi berlubang) pada bayi dan anak-anak.

Tips 1: Jangan pernah lupa membersihkan gusi bayi anda!

Gimana caranya?
1. Gendok bayi anda dengan satu tangan
2. Lilitkan handuk/waslap basah (basahi dengan air mineral hangat) di sekitar jari telunjuk tangan Anda yang bergerak bebas
3. Pijat jaringan gusi dengan lembut

Tips 2: Jangan meletakan bayi anda tidur sambil menyusu ASI maupun botol susu.

Tapi kan anak saya masih Asi dok?
Asi memang bagus, tapi tetap saja susu, ada “isinya” berbeda dengan air bening/air mineral. Kandungan dalam asi ada residunya yang kalau menggenang dalam mulut bayi kita, akan sama seperti makanan minuman berasa lainnya bisa merusak gigi.

Menurut penelitian Karen Glazer Peres, dkk terhadap 1.129 anak di Brazil, disebutkan bahwa ASI memiliki kadar gula lebih tinggi dibanding susu formula yang tanpa gula. Namun bukan berarti ASI tidak bagus ya Bu-ibuk, hanya saja perlu dibatasi konsumsinya hanya sampai anak usia 2 tahun dan wajib membersihkan gigi/gusi nya setelah menyusu atau sebelum tidur.

Tips 3: Berikan teether yang bersih atau handuk basah yang dingin ketika bayi mulai tumbuh gigi antara usia 4-6 bulan!

Kenapa?
Ketika bayi mulai tumbuh gigi, gusinya merah dan bengkak serta aliran air liurnya meningkat. Pemberian teether yang bersih atau dingin (bisa dengan memasukannya ke dalam kulkas/freezer sebentar) akan sangat meredakan dan menyejukan bagi bayi.

Tips 4: Hindari menguji suhu botol dengan mulut anda, atau dengan berbagi peralatan makan.

Jadi, kalau ada yang ngaku-ngaku gigi anaknya jelek karena gigi mama/papanya jelek, bisa di cek lagi kebiasaan di rumah. Jangan-jangan tiap mau nyuapin anak makanan/minuman di tiup-tiup atau di kulum dulu. Yang ada anak akan ketularan bakteri penyebab gigi berlubang dari mama/papa/kakak/pengasuhnya.

Kenapa? Karena karies gigi adalah penyakit menular. Ditularkan dari air liur ortu/pengasuh ketika membersihkan dot, puting botol dengan memasukkannya ke dalam mulut anda akan membantu menularkan bakteri penyebab gigi berlubang dari ortu/pengasuh ke anak. Serem ya Buk-ibuk.

Tips 5: Jika gigi sudah mulai tumbuh, selain memijat gusi, mulailah menggunakan sikat gigi khusus anak sesuai usianya yang berbulu lembut, disertai pasta gigi khusus anak.

Antara usia 6 hingga 8 bulan, bayi akan tumbuh gigi pertamanya. Penting bagi kita para ortu untuk merawat giginya sejak awal. Mempraktekkan dan mencontohkan kebiasaan sehat dapat mencegah atau mengurangi kerusakan gigi (gigi berlubang) pada bayi dan anak-anak.

Tips 6: Saat bayi anda mulai makan lebih banyak makanan padat, mulailah menawarkan cangkir untuk minum air atau jus.

Pada usia 12-14 bulan kebanyakan anak dapat minum dari cangkir. Hal ini juga dimaksudkan agar kebiasaan ngedot sambil bobonya juga berkurang ya.

Tips 7: Batasi frekuensi dan jumlah minuman dan makanan manis yang diberikan!

Juga jangan biarkan bayi anda berjalan-jalan sambil minum di botolnya. Setelah usia 6 bulan, susu/ASI bukan merupakan makanan utama lagi ya, jadi mulai batasi asupan makanan dan minuman manis ya buat si baby. Biasakan makan minum di waktunya.

Tips 8: Periksa gusi dan gigi anak anda untuk memeriksa bintik-bintik putih/coklat yang mencurigakan di giginya.

Tips ini adalah tips favorit saya. Gunanya agar kita sebagai ibu, aware sama kondisi gigi dan mulut anaknya. Jadi kalau ada perubahan sedikitpun, ibunya ngeh gitu. Hal ini bisa diterapkan ke diri sendiri dan ke pasangan juga loh…

Gimana caranya: Angkat bibir anak anda dan berhatikan kondisi rongga mulut serta giginya. Jika terlihat bintik-bintik putih/coklat yang mungkin mengindikasikan adanya kerusakan gigi, segera buat janji dengan dokter gigi.

Tips 9: Ajak periksa ke dokter gigi sebelum ulang tahun pertamanya, atau dalam waktu 6 bulan setelah gigi pertamanya tumbuh!

Tips yang satu ini kadang sering dihindari oleh para ortu. Dengan alasan, kan giginya baik2 aja, kenapa kudu cek ke dokter gigi?? Padahal maksud ngecek itu ya buat ngecek, bukan buat mengobati kalau ada yang sakit, karena kalau datengnya pas sudah sakit, artinya itu sudah terlambat.

Kunjungan tersebut sekalian kenalan sama dokter gigi, jadi anak gak trauma. Kalau di bawa ke dokgi pas udah sakit gigi, anak akan trauma.

Tips 10: Bicarakan dengan dokter gigi tentang suplemen fluoride untuk bayi/balita.

Air minum kita di Indonesia kan belum tentu sudah berfluoride ya, salah satu tujuan ke dokter gigi sejak dini adalah untuk melihat kondisi gigi bayi kita. Jangan-jangan sudah ada lubang kecil. Jangan-jangan sudah ada yang keropos. Nah, pemberian topical fluor pada anak yang baru tumbuh gigi bisa bantu mencegah timbulnya lubang pada gigi anak.

Tips 11: Tetap lanjutkan kebiasaan menyikat gigi anak anda 2 kali sehari dan berkumur dengan air mineral/air bening dan cek rutin gigi serta gusi anak.

Kalau si anak sudah mulai dikenalkan sama sikat gigi sejak gigi pertamanya nongol, lanjutkan terus ya kebiasan baik tersebut. Seperti mama papanya, anak juga sikat gigi 2 x sehari ya. Terutama sebelum bobo dimalam hari. Ortunya bisa ikut sikat gigi bareng sama anaknya untuk memberi contoh baik.

Nah di usianya yang semakin bertambah, gigi anak anda sudah tumbuh semakin banyak. Jadi sikat gigipun nya harus semakin teliti ya. Anak Anda bisa ikut dilibatkan memilih mana yang dia suka dengan cara di bawa pas beli sikat giginya.

Ingat habis sikat gigi malam, no ngedot/ASI lagi yaaa Buk-ibuk.. Lalu walau ortu sudah rajin nyikatin gigi anak, bukan berarti anak kalian akan bebas karies/gigi berlubang. Terutama bagi yang mimik susunya masih lancar banget pas malem hari, sama yang kalau makan hobi di emut!

Jadinya sarannya, kalau belum pernah bawa anak nya ke dokter gigi, coba deh di bawa.. Karena gigi susu itu kudu bertahan minimal 6 tahun di dalam mulut. Kalau baru 2 tahun saja giginya sudah gripis, bakal mengganggu kualitas hidup si anak kedepannya! Padahal itu masa-masa golden age anak loh..

Tips 12: Pada usia 3 tahun balita harus berhenti menggunakan dot, empeng dan atau kebiasaan menghisap jari!

Pada umur 2,5 tahun (30 bulan) umumnya semua gigi susu anak udah tumbuh semua. Jadi kebiasan-kebiasaan buruk yang dapat berpengaruh pada kesehatan gigi anak harus ditinggalkan. Bila di atas usia 3 tahun anak anda masih menghisap jarinya atau ngedot, bicarakan dengan dokter gigi anda.

Tips 13: Mulai ajari anak anda cara menyikat giginya!

Memperhatikan kesehatan gigi dan anak adalah kewajiban orang tua. Karena anak berhak mendapatkan kesehatan gigi dan mulut yang maksimal! Selain ortunya effort nyikatin gigi anak, ajari anak buat nyikat gigi sendiri (walau gak yakin bersih memang). Agar anak bisa enjoy dan senang dengan kegiatan tersebut. Jadi sampai anak bisa naliin sepatu sendiri (koordinasi tangannya udah lebih sempurna), jangan harap anak bisa sikat gigi sendiri dan bersih. Jadi habis sikatan, ortu tetap harus kontrol ngeliatin sudah bersih belum? Kalau ortu rasa kurang bersih, harus lanjut nyikatin ulang setelah si anak sikatan.

Jangan lupa gunakan pasta gigi ber-fluoride dengan takaran sesuai usia anak. Pada anak dengan usia di bawah 3 tahun, gunakan pasta gigi sebesar beras. Untuk anak usia 3-6 tahun, gunakan pasta gigi sebesar kacang polong. Jangan lupa ajarkan anak untuk berkumur ya.

Sebagai ortu/calon ortu, kita pasti pengen gigi anak kita bagus/lebih bagus dari gigi ortunya kan ya. Apalagi, sakit gigi pada anak, punya akibat-akibat yang kesannya sepele, padahal ngaruh banget buat hidupnya kedepan nanti. Jadi mari kita jaga kesehatan gigi dan mulut anak2 kita ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *