Money

Ngobrol Bareng Perempuan Pintar Finansial

Jadi gini, pada suatu malam saya terlibat dalam percakapan bersama sobatku Eno di twitter, tentang cara menata keuangan. Jawabanku setengah serius, setengah ngawur sih, yaitu:

  1. Biasanya kalau ada uang lebih, soalnya pendapatanku tiap bulan kan gak menentu ya, jadi langsung di sisihkan. Kalau tidak, aan langsung habis buat daftar workshop ini itu.
  2. Tapi menurutku selain dengan mengatur keuangan, sebenernya dengan rajin ikutan workshop/seminar/kursus/kelas baik yang gratis maupun yg berbayar juga salah satu bentuk investasi masa depan ya. You know, ilmu itu mahal. Apalagi kalau berguna buat keluarga.
  3. Selain itu, salah satu investasi yang itung-itungannya gak bisa di tebak dan gak masuk akal tapi sudah di janjikan oleh Allah SWT adalah “nabung” sedekah dan infaq.

Ternyata Zurich Indonesia sedang berbagi tip dan cerita dari para perempuan pintar finansial, biar kita cewe-cewe makin melek finansial dengan cara yang fun. Kata Bu Vita, Head of Marketing and Communication Zurich Indonesia, “Bisa ngatur keuangan itu penting. Apalagi perempuan, harus pinter2 dan cerdas finansial.” Karena ternyata literasi finansial perempuan tuh lebih rendah dari laki-laki. Padahal banyak keputusan aliran dana rumah tangga ada di tangan istri.

Mba Nike Prima dari Living Loving dan mba Monica Christa dari BLP ngasih tips-tips dalam mengelola keuangan yang cocok buat kita cewe-cewe yang masih pengen bisa bebas belanja tanpa rasa bersalah.

Ada yang pernah dengar istilah Latte Factor?

Latte Factor ini kebiasaan belanja kecil yang gak penting, tapi terus-menerus. Nah dari belanja yang gak penting ini kalo dikumpulin bisa jadi bukit. Ngerasa punya habits kayak gini juga gak? Ada tips finansial yang oke nih, caranya bijak memilih mana keinginan dan mana yang namanya kebutuhan. Karena impulsif itu yang bikin kita sulit mengatur keuangan. Gimana caranya biar bisa stay on track, yaitu bikin planning dan catat pengeluaran kita.

Kalau lagi diskonan gimana? Apalagi sekarang banyak berbagai macem promo seperti Blackfriday, cashback ini itu, dll. Ya kalau barang yang memang kita mau beli kebetulan lagi promo ya manfaatin aja. Tapi jangan kalau setiap ada event promo lantas jadi alasan kita buat belanja. Sesuaikan saja mana promo yang sesuai dengan yang bener-benar kita butuhkan. Tips lain misalnya, jadikan angka kembar tanggal dan bulan sebagai jadwal kita belanja.

Tips irit dari Monica untuk jajan make up dan skincare, kuncinya adalah, tidak perlu ngikut tren. Daripada kemakan review selebgram, mendingan habiskan produk yang ada aja dulu. *terus terang ini yang sedang saya lakukan saat ini, terhitung dari sejak persiapan nikah kemaren, karena pengen “rebranding isi kamar mandi”.

Selanjutnya, kalau memang butuh banget beli produk baru, coba deh cek-cek produk lokal. Udah banyak produk make up dan skincare lokal yang kualitasnya gak kalah bagus sama merk luar. Selain harganya biasanya lebih murah bahkan bisa motong budget sampai 50% atau lebih, jejak karbonnya juga lebih sedikit.

Kalau Nike kasih tips tentang fashion dengan metode capsule wardrobe. Apa sih itu? Capsul Wardrobe adalah salah satu cara untuk membantu kita memilih pakaian dengan lebih baik lagi dengan membatasi pilihan pakaian yang akan dipakai dalam waktu 30 hari atau 3 bulan. Kalau sudah terbiasa kita bahkan bisa ngontrol sendiri otomatis tanpa pake metode ini lagi.

Cara memulainya gimana? Kategoriin secara sederhana, atasan, kaos, outer, celana, rok, dress, sepatu, totalnya maksimal 37 items untuk waktu 3 bulan. Tips lainnya, gunakan aksesoris sebagai solusi agar tidak bosan.

Nike Prima dari Living Loving ngasih tips bagus lagi nih, kali ini tentang rumah. Pas banget ya, bentar lagi rumah kami akan selesai pembangunannya, dan akan memasuki tahap mengerikan selanjutnya, yaitu NGISI RUMAH!! Contohnya sebelum mulai ngisi rumah, Nike bikin list excel, living room mau diisi apa, sofanya yang gimana, budget berapa, dll.

Kata @nikeprima cara lain ngatur uang buat rumah: Bikin list kebutuhan rumah. Kalau kita ada rencana mau renovasi, silahkan di rinci terlebih dahulu bagian mana saja yang mau kita rombak, beserta rincian harganya. Lalu, jalanin sesuai prioritas, dan kompromikan dengan budget keuangan kita. Setelah capek-capek bangun rumah dan ngisi rumah, jangan lupa rumah dan isinya tetap harus dilindungi dengan asuransi supaya kita tenang. Zurich Indonesia punya produk khusus untuk perlindungan rumah tinggal, namanya Zurich Home.

Walau saya pribadi gak suka traveling, tapi Monica cukup on point pas berbagi tips traveling yang satu ini. Kalau mau traveling JANGAN BERHUTANG, dan pastikan saat traveling terutama ke luar negri, jangan lupa pake asuransi. Zurich sudah punya travel insurance yang bisa kamu beli kalau kamu mau traveling namanya Easy Travel. Kenapa asuransi saat bepergian itu penting? Ketika kita pergi ke luar negeri, memiliki asuransi perjalanan berguna untuk perlindungan terhadap hal-hal yang gak terduga, misalnya nih sakit sampai kalau kita kehilangan benda di negara orang.

Nah, sudah siap belum bikin jurnal keuangan di tahun 2020 ini?

Foto-foto nyomot dari twitter Ririn Riandini, Zurich Indonesia, dan website Living Loving.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *